Sastra Jiwa

​Berkata dan Bersikap Lembut kepada Anak

Ayah dan Bunda serta Pembina Anak,
Tidak dipungkiri dalam berinteraksi dengan anak-anak terkadang muncul rasa kurang sabar ketika melihat sebagian tingkah laku anak.

Terkadang ekspresi tidak sabar bisa berujung pada bentakan, pilihan kata tidak tepat atau bahkan hinaan. Apakah hal ini akan menyelesaikan kekeliruan anak?

Tentu Tidak, Dokter ahli ilmu otak dari Neuroscience Indonesia, Amir Zuhdi, menjelaskan, ketika orangtua membentak, anak akan merasa ketakutan. Ketika muncul rasa takut, produksi hormon kortisol di otak meningkat.

Nah, pada anak-anak, tinginya hormon kortisol itu akan memutuskan sambungan neuron atau sel-sel di otak. Selain itu, akan terjadi percepatan kematian neuron atau apoptosis. Lalu, apa akibatnya jika neuron terganggu?

Menurut beliau , Banyak hal yang bisa terjadi, seperti proses berpikir anak menjadi terganggu, sulit mengambil keputusan, anak tidak bisa menerima informasi dengan baik, tidak bisa membuat perencanaan, hingga akhirnya tidak memiliki kepercayaan diri.

Selanjutnya mari kita tinjau QS Tha-Ha berkenan dengan Arahan Allah kepada Nabi Musa dan Nabi Harun dalam rangka berdakwah kepada Fir’aun:

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ
pergilah kamu berdua kepada Fir‘aun, karena dia benar-benar telah melampaui batas;
فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
maka berbicaralah kamu berdua kepadanya (Fir‘aun) dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia sadar atau takut.

– Surat Tha-Ha, Ayat 43-44

MasyaAllah, sungguh kita tidak lebih mulia dari Nabi-nabi tersebut dan anak-anak kita tidak lebih buruk dari Fir’aun, Namun Allah meminta Manusia Mulia tersebut untuk memilih kata-kata yang baik dalam menemui Manusia sejenis Fir’aun.

Untuk itu pilihan kata-kata dan sikap dalam mendidik merupakan suatu hal yang sangat penting diperhatikan.

Maka Bersabarlah 👏

#SquadArRasyad
#TarbiyahAnak
#kidsZamanNowDaiMasaDepan

IG: @muhamadhadikusumah

=======================

Tulisan sebelumnya :
Do’a sebagai langkah awal Sistem Pendidikan Anak.
https://jeehadielbanna.wordpress.com/2017/10/22/%e2%80%8bdoa-sebagai-langkah-awal-sistem-pendidikan-anak/

Rayakan Kesuksesan Anak sekecil apapun suksesnya.
https://jeehadielbanna.wordpress.com/2017/10/24/%e2%80%8brayakan-kesuksesan-anak-sekecil-apapun-suksesnya/

Advertisements
Sastra Jiwa

​Rayakan Kesuksesan Anak sekecil apapun suksesnya

Tersebut dalam kitab Tafsir Ath-thabari  Surat Adh-Dhuhaa Allah pernah meneguhkan hati dan memberikan kabar gembira kepada Nabi Muhammad  ﷺ tatkala Rasul yang mulia berada dalam perasaan gundah gulana perihal tuduhan kaum Quraisy yang mengatakan “Tuhannya telah meninggalkan Muhammad dan membenci Muhammad” lantaran selama kurun waktu yang cukup panjang Wahyu tak kunjung datang.

Kemudian Allah menurunkan ayat :

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu.

•Sura Ad-Dhuhaa, Ayat 3•

Kemudian di penghujung surat Allah Katakan:

وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ

Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

•Surat Ad-Dhuhaa, Ayah 11•

Ayah, bunda, serta pembina Tarbiyah Anak. Penting rasanya sebagai orang tua dan pembina mampu *mengatasi kegelisahan serta ketakutan anak kita atau binaan kita.*

Pantaslah Nabi Muhammad  ﷺ senantiasa menjadi teladan terdepan dalam ekspresi cinta dan rindu kepada Allah, karena Beliau  ﷺ senantiasa merasakan kenyamanan serta bantuan dari Allah dalam setiap gundah gulananya. 

Jangan ada yang bangga menjadi Pembina atau orang tua yang ditakuti oleh anak atau binaan. *Karena pendidikan tidak diselenggarakan untuk membuat ketakutan yang bukan porsinya.*

Kemudian, hal lain dari Kandungan Adh-Dhuhaa adalah diperkenankan oleh Allah agar kita menceritakan nikmat dari Allah sebagai bentuk rasa syukur.

*Saatnya kita Rayakan kesuksesan anak kita sekecil apapun suksesnya!!!!* Jangan lengah dan tidak peka terhadap setiap detail kesuksesan anak.

*Jangan sampai terlewat mengucapkan selamat dan bahkan memberikan hadiah bagi anak yang telah Sholat 5 waktu*. Jika kita abai memberikan apresiasi, maka jangan kaget apabila anak menganggap sholat ini sesuatu hal yang biasa-biasa saja dan tidak ada kebanggaan apabila telah berhasil melakukannya.

Jangan kalah dengan Games Online, *mereka adalah apresiator terbaik dan sahabat terbaik bagi anak*. Kenapa? Karena games online tidak pernah absen atau lalai merayakan kesuksesan anak dalam setiap episode games yang ada. Lihatlah, mereka berikan balon, ice cream, atau ucapan Congratulations, You are The WINNER 👏

sudah dapat jawaban kenapa anak-anak mampu berlama-lama di *dunia Maya* dengan games online? 

Ya, barangkali mereka tidak temukan apresiasi dan perayaan yang sama di *dunia Nyata.*

Yuks, *kecup keningnya, peluk tubuhnya, bisikan “kamu hebat Nak, semua orang bangga kamu telah berhasil sholat 5 waktu”.*
Wakafkan waktu, segera kayuh sepeda, start your engine, ambil payung, lalu *antar anak kita ke Halaqohnya dengan ceria*. Jemput dengan penuh bangga. Berikan ucapkan selamat karena telah sukses menuntut ilmu. 

Pergi ke tukang pembuat piala, *pesankan piala untuk anak kita*, cari Prestasi anak kita, cantumkan dalam plat emas piala tersebut lalu serahkanlah kepadanya. Penuhi ruang tamu dengan piala tersebut. Setidaknya untuk setiap butir nasi yang habis dimakan merupakan nominasi prestasi yang patut diapresiasi.

Maka Rayakanlah 👏
#SquadArRasyad

#TarbiyahAnak

#kidsZamanNowDaiMasaDepan
@muhamadhadikusumah
====================
Tulisan sebelumnya :

*Do’a sebagai langkah awal Sistem Pendidikan Anak.*

https://jeehadielbanna.wordpress.com/2017/10/22/%e2%80%8bdoa-sebagai-langkah-awal-sistem-pendidikan-anak/

Sastra Jiwa

​Do’a Sebagai Langkah Awal Sistem Pendidikan Anak

Ayah Dan Bunda,  Mari kita Lihat rangkaian do’a yang pernah dilantunkan oleh para Nabi dan Rasul yang mulia, Niscaya kita akan menemukan Kegelisahan yang mereka rasakan dan Visi Besar yang mereka bangun.

قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا

وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا .

Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan *aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.*

Dan sungguh, aku khawatir terhadap keturunanku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, 

(Surah Maryam, Ayat 4-5)

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, *“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.”*

(Surah Ali Imran, Ayat 38)

Surat ini menggambarkan Kegelisahan Nabi Zakaria As terhadap masa depan amanah dakwah yang diemban. Perhatikan kalimat *aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.*. Perkataan halus, lembut dan Romantis ini mengajarkan kita kekuatan membaja dalam melibatkan Allah pada seluruh awal rencana kita.

Ya, Do’a adalah kekuatan awal dalam melukis Masa Depan. *Terkadang batas dan perbedaan kesusksesan kita dengan mukmin yang lain adalah siapa yang Lebih dahulu berdo’a dan meminta kepada Allah*.

Ada yang sudah lebih dahulu berdo’a atau dido’akan sejak kecil menjadi pemimpin 21 perusahaan. Ada yang lebih dahulu berdo’a atau dido’akan sejak kecil agar mendapatkan jodoh yang Sholih-sholihah.

*Perhatikan Lagi*

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ .

Ya Tuhanku, *jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.*

(Sura Ibrahim, Ayat 40)

Ayah dan Bunda, mari sama-sama perhatian dan mulai segala aktivitas termasuk Rencana Pendidikan Anak dengan melibatkan Allah sejak awal dalam bentuk Do’a sebagai bentuk kerendahan hati serta sadar posisi bahwa penentu segalanya adalah Allah SWT.

Mari do’akan sistem pendidikan kita mampu menghasilkan anak-anak yang Sholih-sholihah yang kelak menjadi pengemban dakwah Dan Pelanjut Tarbiyah.

Jangan tunggu anak besar baru berdoa tentang Jodoh dan karirnya. Mulailah berdoa agar anak kita dapat kesehatan prima, sekolah yang unggul, jodoh yang baik, karir dan profesi yang berkah, terdepan dalam membela Islam dan Ummat, menjadi Murobbi/ah yang Muntijah, ahli  Mabit dan Dauroh 😀 dan seterusnya.

#SquadArRasyad

#TarbiyahAnak

#kidsZamanNowDaiMasaDepan

Semoga Allah mudahkan berlanjut ke tulisan selanjutnya 🙏

IG: @muhamadhadikusumah

Sastra Jiwa

Bersama ALLAH TNI Kuat !!!

Sesungguhnya di sisi Allah saja Sumber Kekuatan itu, karenanya dengan kesadaran yang luhur bangsa ini memulai Pembukaan Undang-undang Dasarnya dengan kalimat: “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”
Namun, kekuatan Manusia tidaklah abadi, lemah lembutlah selagi Kuat, semoga Engkau dapatkan kasih sayang selagi Lemah.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ ضَعْفٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ ضَعْفٍ قُوَّةً ثُمَّ جَعَلَ مِنْ بَعْدِ قُوَّةٍ ضَعْفًا وَشَيْبَةً ۚ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْقَدِيرُ

Allah-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah keadaan lemah itu menjadi KUAT, kemudian Dia menjadikan (kamu) setelah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dan Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa. -Sura Ar-Rum, Ayah 54-
#huttni72 

#bersamaALLAHmenjadiKUAT

Sastra Jiwa

​Tarbiyah Jalan Kebangkitan Ummat.


Setelah jalan panjang kepemimpinan Islam hampir di 2/3 Dunia. Maka masuklah dalam episode selanjutnya ketika Ummat Islam harus berada pada roda nasib bagian bawah, akibat Kemunduran dibeberapa lini.

Setidaknya Pil pahit mulai harus dirasakan, ummat berada dalam beberapa kondisi:

1) Kebodohan

2) Kehinaan

3) Perpecahan

4) Lemah

Maka tidak ada obat yang mujarab kecuali sebagaimana Nabi Muhammad  ﷺ  mengobati Ummat terdahulu : yaitu Jalan TARBIYAH ISLAMIYYAH.

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang MEMBACAKAN kepada mereka ayat-ayat-Nya, MENYUCIKAN (jiwa) mereka dan MENGAJARKAN kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. -Sura Al-Jumu’ah, Ayat 2-

Membacakan Ayat, Menyucikan Jiwa dan Mengajarkan QUR’AN dan Sunnah.

Ketiga Aktivitas inilah yang membawa ummat menjadi:

1) Berilmu

2) Mulia

3) Bersatu dan Kuat

Untuk itu mimpi menjadi Ummat terbaik adalah suatu keniscayaan

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ ۚ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. -Sura Ali Imran, Ayat 110-

Juga janji Allah,

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ
Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Adz-Dzikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang shalih. -Sura Al-Anbiya’, Ayat 105-
Terima Kasih @siskom.xxvi atas kesempatan hari ini 🙏

Sastra Jiwa

​Pemuda Hits Di Langit, Berprestasi Di Dunia.

Saya Pilih Tema Tersebut karena terinspirasi dari Uwais Al Qorni. Hamba Sholih yang tidak sempat bertemu Nabi Muhammad  ﷺ karena harus merawat Ibunda Tercinta pada Usia Senja.. Hanya Saja, Allah tidak Tidur lagi Alpa melihat Amal HambaNya serta apa yang tersimpan dalam hati.

وَهُوَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَفِي الْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

Dan Dialah Allah (yang disembah), di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan dan mengetahui (pula) apa yang kamu kerjakan. -Sura Al-An’am, ayat 3-

Bersebab amal bakti baik kepada orang tuanya lah, Uwais diganjar kemuliaan dari Allah. Yaitu ketika Nabi mengatakan Carilah Uwais al-Qarni dan Mintalah Do’a kepadanya.

Tak ada satupun sahabat yang tau apalagi kenal. Lalu darimana Nabi  ﷺ  tahu? Tentu Dari Langit, barangkali penduduk langit sudah Riuh gaduh sampai derajat Viral membahas Seorang Uwais.

Kaki masih di dunia, Namun Amal sudah mengangkasa.

Terima Kasih kesempatan silaturahim dari @islamiccenter.alijtimai | Mohon maaf atas kekhilafan 🙏 CC @aldo_allbest
@muhamadhadikusumah

16 September 2017

Sastra Jiwa

​Harga Sebuah MAAF


Tersebutlah Orang Sholih bernama Qus Bin Sai’dah. Menurut ustadz Musyafa Ahmad Rahim, Lc.,MA, Qus Bin Sai’dah menjadi Nama yang harum dikalangan Jazirah Arab. Bahkan Sampai Ada pepatah “Adakah yang lebih sabar dibandingkan Qus bin Sai’dah?”. Majas Retoris yang seolah beliau adalah pemilik kesabaran Next Level.

Pasalnya, pernah terjadi dalam kehidupannya, suatu EPISODE Pemberian MAAF yang sangat memilukan hati kebanyakan orang.

Pembantu Rumahnya yang baik hati, tanpa sengaja menumpahkan Air Panas kepada Anaknya Qus Bin Sai’dah yang masih Bayi. Qoddarullah Sang Bayi wafat. 

Wajah Qus memerah, fitrah manusiawinya muncul untuk ungkapan marah. 

Tetiba pembantu Rumahnya melantunkan ayat yang diingat ketika pengajian di rumah orang Sholih tersebut: (… أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ)

[Surat Ali Imran 133 – 134]

Mereka itu adalah orang-orang Bertaqwa…(yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang MENAHAN AMARAHNYA dan MEMAAFKAN (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan,
Demi mendengar ayat tersebut, wajah Qus Bin Sai’dah padam dan berubah. Demikian harga TAQWA yang diraih oleh Qus Bin Sai’dah. 
#YukMaafin