Sastra Jiwa

Temukanlah Alasan (Untuk Tetap Di Sini)

Kalau sudah paham bahwa setelah
mensholihkan/memperbaiki diri langkah
berikutnya adalah memperbaiki umat, maka
urusan berikutnya hanyalah istiqomah. Menjadi
penting, sebab mengurus memperbaiki, dan
melindungi umat adalah sama pentingnya
dengan ibadah wajib.

Quran ini tidak bisa terbang untuk mengantar
makanan kepada si miskin atau tidak bisa
berenang sendiri di genangan untuk menolong
korban banjir. Quran tidak bisa mencegah aset-
aset negara dijual kepada pihak asing. Quran
juga tidak bisa mengayunkan senjata untuk
melindungi muslim yang ditindas atau membuat
proposal model ekonomi untuk perbaikan
ekonomi masyarakat. Dan ingat, Quran juga
tidak bisa menyuntikkan obat untuk rakyat yang
sakit atau gentayangan mendirikan tenda
pernikahan *kode buat jomblo, hehee…*

Pasti ada MANUSIA yang melakukan semua itu.
Mengerjakan itu, atau mengoperasikan hal
tersebut dengan izin dan kekuatan Allah ta’ala.
Dan di sinilah ISTIMEWA dan MEWAH-nya
Islam !!!!!
Sistem dan program ini butuh manusia untuk
berfungsi dan menjalankannya. Pasti ada orang
yang akan berusaha menjalankannya, banyak
atau sedikit. Kalau kita tidak mau menjadi
bagian yang istimewa itu, Allah akan
menghadiahkannya kepada orang lain.
Ingatkah dulu saat SMA atau kuliah kita dengan
gagahnya menyeru kepada adik-adik kita?
“Kalian adalah ruh baru yang mengalir untuk
umat ini !!!” atau “Barangsiapa yang tidak peduli
dengan urusan kaum muslimin, maka dia bukan
golonganku”. Atau ingatkah kita saat dulu
mengajak adik-adik atau teman-teman kita
untuk peduli dengan urusan umat?
Kalau hari ini kita menjadi orang yang tidak
peduli lagi, manusia macam apa kita? Lelah?
Bosan? Atau terlena dengan bahagianya
kehidupan rumah tangga dan mengejar karir?
Atau sempit dengan penatnya kemiskinan dan
sulitnya mencari penghasilan?
Bukankah Allah telah mengingatkan?
“Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-
anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu,
keluargamu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan
kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal
yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah
dan rasul-Nya, serta berjihad di jalan-Nya, maka
tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-
Nya” (QS At-Taubah: 24)

Saudaraku, carilah alasan agar kau tetap
bergerak. Bacalah ayat-ayat yang dulu
membuatmu terenyuh. Datangilah lagi saudara-
saudara dan pengajian-pengajian yang telah
lama kau tinggalkan. Bergeraklah lagi meski kau
lelah. Berangkatlah lagi meski kau malas. Berilah
pengertian meski keluargamu merengek agar kau
tetap tinggal di rumah.
Kau pikir saudara-saudaramu tidak bisa lapar?
Tidak butuh penghidupan? Tidak rindu keluarga?
Tidak sedih memikirkan orang tua yang renta
dan sakit-sakitan? Mereka semua sama dengan
kau.
Maka… Jadilah lagi denyut nadi yang
menghidupi umat.
Menangislah untuk umat. Atau tangisi dirimu
tiap kali tidak mampu memperkuat barisan
umat……
“Dan tidak ada (dosa) atas orang-orang
yang datang kepadamu agar engkau
memberi kendaraan kepada mereka (untuk
ikut berperang), lalu engkau berkata, “Aku
tidak memperoleh kendaraan untuk
membawamu” lalu mereka kembali, sedang
mata mereka bercucuran air mata karena
sedih, disebabkan mereka tidak
memperoleh apa yang akan mereka
infakkan (untuk ikut berperang)” (QS AT-
Taubah: 92)

Itulah hati tulus, hati remaja yang pernah kau
miliki. Semoga kita memilikinya lagi.
( COPAS )

Nasehat yg ditujukan bagi diri, berbagi utk bersama dihayati…
#utkterusdibinadanmembina

Sastra Jiwa

Broadcast dari teman💐KETIKA IZZAH MASIH MILIK KITA💐

Beberapa kisah sejarah Berikut ini menunjukkan betapa besar dan agung kemuliaan yg pernah disandang oleh kaum muslimin:

Surat Kaisar Romawi kpd Mu’awiyah berkaitan dgn pecahnya perselisihan antara Mu’awiyah dan Ali bin Abi Thalib.

Dari Kaisar Romawi kpd Mu’awiayah:
Kami telah mengetahui perselisihan yg terjadi antara anda dan Ali bin Abi Thalib, dan menurut penilaian kami, andalah yg paling berhak menempati posisi sebagai khalifah, jika saja tuan memerintahkan padaku niscaya aku akan mengirimkan kepadamu sejumlah pasukan yg akan membawakan kepadamu kepala Ali bin Abi Thalib.

Surat kaisar romawi ini pun dibalas oleh Mu’awiyah:

Dari Mu’awiyah kepada Heraklius.

Ini adalah perselisihan antara dua saudara , lalu mengapa anda ingin turut campur dalam urusan mereka berdua.
Jika engkau tidak membungkam mulutmu sendiri maka aku akan mengirim kepadamu satu armada pasukan, barisan pertamanya telah sampai kepadamu dan barisan terakhirnya masih ditempatku hanya untuk mendatangkan kepalamu untukku agar aku serahkan kepada Ali bin Abi Thalib.

Demikianlah keadaan kita saat dahulu kita sangat mulia.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸
Khalid bin Walid pernah mengirim sepucuk surat kepada kisra
Dalam surat itu beliau berkata;

Masuk lah kedalam islam niscaya engkau akan selamat, atau jika engkau menolaknya niscaya aku akan mendatangimu dengan sejumlah kesatria yg sangat mencintai kematian seperti kalian mencintai kehidupan…

Tatkala Kisra membaca surat tersebut, ia segera mengirim utusannya kepada kaisar cina, memohon bala bantuan, kaisar cina kala itu hanya membalas permintaan kisra dengan ucapan berikit ini:

Wahai kisra, aku sama sekali tidak memiliki kekuatan melawan suatu kaum yg jika mereka bertekad mencabut sebuah gunung niscaya mereka sanggup untuk melakukannya.

Duhai..kemulaan apakah yg mereka miliki ini.. ?
Demikianlah keadaan kita kala kita dahulu masih mulia.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Pada zaman kekuasaan al Utsmaniyah dahulu kapal kapal armada perang mereka jika melintasi pelabuhan pelabuhan eropa,serentak seluruh gereja di kota2 pesisir pantai itu mengehentikan pukulan lonceng2 gereja sebab mereka sangat takut jangan sampai hal itu dapat memancing kaum muslimin untuk menaklukkan negri mereka.
🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸
Di kisahkan bahwa pada abad pertengahan salah seorang pendeta berkebangsaan Italia berdiri disebuah lapangan disalah satu kota italia dan berkhutbah, didalam khotbahnya itu ia mengatakan:

Sungguh merupakan perkara yg benar2 sangat memilukan manakala saat ini kita melihat para remaja nasrani benar benar telah meneladani orang2 islam berkebangsaan arab itu, dalam seluruh model berpakaian mereka, gaya hidup dan pemikiran mereka, bahkan seorang pemuda nasrani jika ia ingin menunjukkan kebanggaannya dihadapan teman wanitanya si pemuda itu akan mengatakan kpd teman wanitanya tersebut sebuah ungkapan cinta dgn bhs Arab ” uhibbuki ” (aku mencintaimu) sekedar ingin menunjukkan kepada wanita tersebut bahwa betapa dgn bhs arab yg baru saja ia gunakan itu ia merasa sangat maju dan moderen.

Hal itu terjadi ketika dahulu kita masih sangat mulia.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

Pada masa pemerintahan Al ‘utsmaniyah dahulu, disetiap pintu rumah tergantung dua buah alat pengetuk pintu, besar dan kecil.

Ketika alat pengetuk pintu yg besar digunakan oleh tamu, maka pemilik rumah akan segera mengetahui , bahwa tamu yg di luar itu adalah seorang pria , sehingga orang yg pergi membukakan pintu untuknya adalah pria pula.
Dan sebaliknya, jika alat pengetuk yg berukuran kecil digunakan oleh tamu, maka diketahui pula bahwa tamu itu adalah seorang wanita , sehingga istri pemilik rumah lah yg pergi membukakan pintu untuknya.

Betapa dahulu kita sangat amat mulia.

Sastra Jiwa

Kisah Taubat anak PUNK

::menarik utk di simak::

dakwatuna.com – Sebagai da’i yang banyak berkecimpung di dunia ruqyah, Allah mempertemukan saya dengan dunia remaja yang hampir tak terdengar dan tersentuh oleh nalar kita selaku orang tua. Ada kekhawatiran, bila kita tak peduli, kita kehilangan anak kita, selamanya.

Sepuluh tahun terakhir, saya banyak dipertemukan dengan sub-culture remaja yang disebut dunia underground. Saya berdakwah ke dunia punk dan hardcore. Kesimpulan saya, Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Hari ini, pemurtadan dalam bentuk Kristenisasi dan lain-lain sudah memudar. Diganti pemurtadan gaya baru: Hardcore dengan berbagai sub-culturenya.

Pada artikel ini yang kita bahas hanya hardcore. Kalau para orang tua bertanya pada putranya, mulai dari kelas 5 SD, SMP hingga SMA, bahkan kuliah, pasti mayoritas mereka tahu apa itu hardcore. Hardcore adalah aliran musik yang menyanyi dengan menggeram. Ada banyak aliran musiknya, seperti blackmetal, hardmetal, trashmetal, gothic, grindcore, grunge, dan lain-lain. Ada lagi musuh hardcore, yang disebut screamo post-hardcore atau emo.

Allah berfirman, yang artinya: (Iblis) Menjawab: Karena Engkau telah menghukumi aku sesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan datangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (Al-A’raf: 16-17)

Allah juga menjelaskan, bahwa ada manusia yang menyembah setan. “… Pantaskah kamu dan menjadikan dia (iblis) dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku (Allah), padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zhalim!” (Al Kahfi :50)

Inti dari ajaran hardcore adalah memusuhi Allah, dan menyembah Iblis. Mereka punya prinsip, daripada jadi orang rendahan di surga, lebih baik menjadi petinggi di neraka! Mayoritas sekolah di pulau Jawa, hingga ke desa-desa, terkena wabah hardcore. Tapi di kota-kota luar Jawa juga sangat banyak. Ciri-ciri pakaiannya adalah serba hitam, dengan gambar seperti bintang terbalik (lambang pentagram), tengkorak kepala kambing, gambar-gambar sadis, darah dan lain-lain. Anak-anak dari SD sampai SMA, suka berpakaian begitu karena dirasa lebih macho dan sangar.

Ada 2 level besar di hardcore, walau di dalamnya masih ada sublevel-sublevel lagi. Yang pertama adalah gimmick (simpatisan). Anak-anak remaja banyak yang direkrut dengan slogan persaudaraan, persahabatan, pertemanan, hubungan bebas antara laki-laki dan perempuan, narkoba dan lain-lain. Mereka ada acara rutin pertemuan, baik nongkrong maupun nonton konser musik hardcore. Ketika dirasa loyalitasnya bagus, maka mereka direkrut menjadi level way of life (kader inti). Saya sering, dengan seizin Allah, mempertobatkan yang way of life, dari berbagai kota. Ternyata untuk bisa masuk level ini, ada ritual semacam baiat. Menyembelih bayi manusia (mereka mengaku menyewa ke pengemis) atau binatang seperti kelinci, minum darahnya, membakar Al Qur’an dan zina massal di atas Al Qur’an diiringi musik hardcore! Bahkan, ketika ada anak hardcore dari Jakarta bertobat di rumah saya, lebih dari 11 tahun dia gabung, mulai dari SD kelas 5, untuk menunjukkan loyalitasnya, dia harus bunuh anak jalanan tanpa ada sebabnya! Demi Allah, saya tidak mencari sensasi. Seperti itu kondisinya. Teman anak saya waktu SD, sekarang jadi drummer hardcore, cerita bahwa dia biasa kalau nongkrong dengan teman-temannya, yang diminum adalah darah. Dia juga makan daging mentah. Dari berbagai sumber anak hardcore dari kota yang berbeda, pimpinan mereka kadang keluar malam hari, mencari anak punk atau anak jalanan, yang kalau mati tidak ada yang mencari atau mengusut, dimasukkan ke mobil, disembelih, dimakan mentahan!

Hardcore atau Satanis atau pemuja setan beranggapan bahwa keinginan tidak memiliki batasan. Paham mereka… manusia harus kuat, bertenaga dan agresif untuk memusuhi kebenaran. Penganut Hardcore sangat menyanjung pelaku dosa dan kejahatan. Oleh karena itu kelompok ini memberi ruang yang luas kepada mereka yang ditolak oleh masyarakat, seperti pelaku ajaran sesat dan pezina.

Varg Vikernes alias Count Grishnackh, tokoh Hardcore sekte Black Metal Burzum Norwegia, telah membakar 4 gereja berkata, “Sebenarnya tidak perlu lagi disebut, bahwa tak satupun agama asing dapat diterima di Eropa KAMI, baik itu Islam, Yahudi, atau Kristen dan segala bentuknya”.

Banyak grup Hardcore, dengan berbagai aliran musik, hingga yang pop. Seperti Metallica, Nirvana, Bio Hazard, Kiss, hingga Shinee Korea, Super Junior dan lain-lain. Dari Indonesia seperti Burgerkill, Seringai dan lain-lain. Yang menyedihkan, banyak grup band hardcore lokal, seperti Cry dari Surabaya, yang kalau konser sambil memakan kucing hidup-hidup di panggung (pengakuan sebuah grup band gothic ke saya). Di Malang, ada sebuah band hardcore dari sebuah SMP, ketika pekan seni di sekolah, mereka makan kelinci hidup-hidup di panggung! Dan masih banyak cerita menjijikkan dan keji tentang hardcore.

Yang saya sedih, ternyata saya pernah menemui putra beberapa aktivis dakwah, yang ikut hardcore. Padahal, saya yakin, orangtua mereka sudah mendidik dengan baik. Tapi, bila anak kita tidak punya tsabat (keteguhan diri), maka mudah terpengaruh. Padahal, sekali mereka masuk ke kelompok mereka, mereka tidak akan keluar kecuali nyawanya yang keluar. Bila anggota way of life (kader inti) ada yang taubat, maka dia akan diburu hardcore se Indonesia untuk dibunuh. Saya dan sebuah masjid di Malang, beberapa kali melindungi anak hardcore yang taubat, karena diburu temannya.

Hardcore, dalam hirarki Zionis Internasional, adalah level terbawah dari 33 level Zionis. Kalau level terbawahnya sudah seperti itu, maka ritual level tertinggi, seperti Obama, Bush, Rothchild, Rockefeller dan lainnya, jauh lebih mengerikan lagi tentunya. Tuhan mereka seperti Trinitas dalam Nasrani, yakni Lucifer (Iblis) sebagai Allah Bapanya, Baphomet (Dewa berkepala kambing) sebagai Yesus, dan Behemoth sebagai Roh Kudusnya.

Kata ustadz Anis Matta, hari ini usia muda di Indonesia sekitar 62% dari penduduk Indonesia.
Tetapi, potensi sebesar ini, bila tidak ditarbiyah, dibina, diarahkan dan dibimbing dengan agama sedari dini, hanya akan menciptakan pasukan dajjal yang begitu besar. Setan sudah lebih dahulu menangkap peluang ini, jauh lebih cepat dari kita.

Mari, semua kelompok dan ormas Islam di Indonesia, jangan bermusuhan, mari bersatu, karena musuh kita sama, yakni pasukan Iblis, yaitu hardcore!
Semoga Allah melindungi kita semua.

Innalillaahi wa innailaihi raji’un..

Sastra Jiwa

Kapankah Kematian Hati itu?

PKS PIYUNGAN: Kapankah hati itu menjadi mati? – http://www.pkspiyungan.org/2014/01/kapankah-hati-itu-menjadi-mati_26.html?m=1
Kapankah hati itu menjadi mati?

Hati mati ketika terlalu banyak ditimpa masalah dan kemurungan tanpa dicarikan solusi atau jalan keluarnya.

Hati mati ketika kehilangan kepercayaan kepada orang-orang sekitar.

Hati mati ketika lupa kepada Allah.

Hati mati ketika putus asa dari rahmat Allah.

Hati mati ketika merasa orang lain benci kepadamu.

Hati mati ketika memperolok-olokkan kemampuan dan pendapat orang lain.

Hati mati ketika kelalaian menjalankan ibadah sudah menjadi kebiasaan.

Hati mati ketika tidak mau sportif kepada diri sendiri mengakui kesalahan.

Hati mati ketika tidak menemukan lagi teman setia yang dapat dipercaya.

Hati mati ketika kamu meyakini bahwa tidak ada lagi posisi bagimu di dunia ini.

Hati mati ketika kamu tidak mau lagi untuk membaca dan mentadabburi al Qur’an.

Hati mati ketika kamu tidak mau mengadukan kepada Allah tentang kelemahan dirimu dan minimnya kemampuan, serta kerendahanmu di hadapan manusia.

Hati mati ketika kamu membalas kejahatan dengan kejahatan atau membalas kebaikan dengan kejahatan. ﺛﺒﺖ واﻷﺑﺼﺎر اﻟﻘﻠﻮب

دﻳﻨﻚ ﻋﻠﻰ ﻗﻠﻮﺑﻨﺎ

“Ya Allah, yang Maha Membolak Balikkan hati dan pandangan, kokohkanlah hati kami di atas agamamu”.

*by Zulfi Akmal

:: PKS PIYUNGAN

Sastra Jiwa

Tidakkah Kalian iri kondisi ini wahai kaum Mukmin?

Beberapa kisah sejarah Berikut ini menunjukkan betapa besar dan agung kemuliaan yg pernah disandang oleh kaum muslimin:

Surat Kaisar Romawi kpd Mu’awiyah berkaitan dgn pecahnya perselisihan antara Mu’awiyah dan Ali bin Abi Thalib.

Dari Kaisar Romawi kpd Mu’awiayah:
Kami telah mengetahui perselisihan yg terjadi antara anda dan Ali bin Abi Thalib, dan menurut penilaian kami, andalah yg paling berhak menempati posisi sebagai khalifah, jika saja tuan memerintahkan padaku niscaya aku akan mengirimkan kepadamu sejumlah pasukan yg akan membawakan kepadamu kepala Ali bin Abi Thalib.

Surat kaisar romawi ini pun dibalas oleh Mu’awiyah:

Dari Mu’awiyah kepada Heraklius.

Ini adalah perselisihan antara dua saudara , lalu mengapa anda ingin turut campur dalam urusan mereka berdua.
Jika engkau tidak membungkam mulutmu sendiri maka aku akan mengirim kepadamu satu armada pasukan, barisan pertamanya telah sampai kepadamu dan barisan terakhirnya masih ditempatku hanya untuk mendatangkan kepalamu untukku agar aku serahkan kepada Ali bin Abi Thalib.

Demikianlah keadaan kita saat dahulu kita sangat mulia.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸
Khalid bin Walid pernah mengirim sepucuk surat kepada kisra
Dalam surat itu beliau berkata;

Masuk lah kedalam islam niscaya engkau akan selamat, atau jika engkau menolaknya niscaya aku akan mendatangimu dengan sejumlah kesatria yg sangat mencintai kematian seperti kalian mencintai kehidupan…

Tatkala Kisra membaca surat tersebut, ia segera mengirim utusannya kepada kaisar cina, memohon bala bantuan, kaisar cina kala itu hanya membalas permintaan kisra dengan ucapan berikit ini:

Wahai kisra, aku sama sekali tidak memiliki kekuatan melawan suatu kaum yg jika mereka bertekad mencabut sebuah gunung niscaya mereka sanggup untuk melakukannya.

Duhai..kemulaan apakah yg mereka miliki ini.. ?
Demikianlah keadaan kita kala kita dahulu masih mulia.
🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹

Pada zaman kekuasaan al Utsmaniyah dahulu kapal kapal armada perang mereka jika melintasi pelabuhan pelabuhan eropa,serentak seluruh gereja di kota2 pesisir pantai itu mengehentikan pukulan lonceng2 gereja sebab mereka sangat takut jangan sampai hal itu dapat memancing kaum muslimin untuk menaklukkan negri mereka.
🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸
Di kisahkan bahwa pada abad pertengahan salah seorang pendeta berkebangsaan Italia berdiri disebuah lapangan disalah satu kota italia dan berkhutbah, didalam khotbahnya itu ia mengatakan:

Sungguh merupakan perkara yg benar2 sangat memilukan manakala saat ini kita melihat para remaja nasrani benar benar telah meneladani orang2 islam berkebangsaan arab itu, dalam seluruh model berpakaian mereka, gaya hidup dan pemikiran mereka, bahkan seorang pemuda nasrani jika ia ingin menunjukkan kebanggaannya dihadapan teman wanitanya si pemuda itu akan mengatakan kpd teman wanitanya tersebut sebuah ungkapan cinta dgn bhs Arab ” uhibbuki ” (aku mencintaimu) sekedar ingin menunjukkan kepada wanita tersebut bahwa betapa dgn bhs arab yg baru saja ia gunakan itu ia merasa sangat maju dan moderen.

Hal itu terjadi ketika dahulu kita masih sangat mulia.

🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸🔸

Pada masa pemerintahan Al ‘utsmaniyah dahulu, disetiap pintu rumah tergantung dua buah alat pengetuk pintu, besar dan kecil.

Ketika alat pengetuk pintu yg besar digunakan oleh tamu, maka pemilik rumah akan segera mengetahui , bahwa tamu yg di luar itu adalah seorang pria , sehingga orang yg pergi membukakan pintu untuknya adalah pria pula.
Dan sebaliknya, jika alat pengetuk yg berukuran kecil digunakan oleh tamu, maka diketahui pula bahwa tamu itu adalah seorang wanita , sehingga istri pemilik rumah lah yg pergi membukakan pintu untuknya.

Betapa dahulu kita sangat amat mulia.

Sastra Jiwa

Al-Qur’an Melunakan hati yg keras

Al Qur’an melunakan Hati yg keras

Kisah berikut ini adalah kisah tentang seseorang yang memiliki hati yang keras, mudah membunuh, zalim, dan sifat-sifat kejam lainnya, kisah ini adalah kisah Hajjaj bin Yusuf.

Hajjaj adalah gubernur Irak di zaman pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan, sebelumnya ia adalah gubernur Madinah. Hajjaj dikenal sebagai pemimpin zalim dan sangat mudah menumpahkan darah rakyatnya. Imam adz-Dzahabi mengatakan, “Dia orang yang sangat zalim, tiran, amibisius, perfeksionis, nista, dan kejam. Di sisi lain ia adalah seorang yang pemberani, ahli strategi dan rekayasa, fasih dan pandai bernegosiasi, serta sangat menghormati Alquran.” Ada yang mengatakan, Hajjaj telah membunuh kurang lebih 3000 jiwa di antara nyawa yang ia hilangkan adalah seorang sahabat yang mulia Abdullah bin Zubair dan seorang tabi’in Said bin Jubair. Hajjaj wafat pada tahun 95 H.

Dengan rekam jejak yang kelam itu, sangat jarang kita mendengarkan kisah yang baik dari perjalanan kehidupan Hajjaj bin Yusuf. Namun siapa sangka, ternyata ia sangat mudah tersentuh ketika mendengar ayat-ayat Alquran.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id, ia berkata, “Hajjaj pernah berkhutbah di hadapan kami, dia berkata, ‘Wahai anak Adam, sekarang kamu dapat makan, tapi besok kamu akan dimakan’. Kemudian dia membaca ayat, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali Imran: 185). Kemudian ia menangis hingga air matanya membasahi surbannya. Inilah bahasa Alquran, inilah kalamullah, yang mampu menghancurkan gunung yang kokoh, karena takut dan tunduk kepada Allah.

لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ

Seandainya Alquran ini Kami turunkan kepada gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. (QS. Al-Hasyr: 21)

Tafsir ayat:

Ibnu Katsir berkata, “Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan sebuah kabar umum yang universal dan berlaku bagi seluruh makhluk, bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. Dalam firman-Nya disebutkan,

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فانٍ . وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ

Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Ar- Rahman: 26-27)

Hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa, yang akan abadi dan kekal, dan Dia adalah Maha Akhir sebagaimana Dia yang Maha Awal.

Ayat ini mengandung peringatan bagi seluruh manusia, karena manusia pasti akan mati. Apabila batas waktunya berakhir, maka manusia akan dikembalikan kepada Rabb mereka dengan amalan mereka masing-masing. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan kiamat dan akan membalas seluruh amal perbuatan semua makhluk. Oleh karena itu, setelah berfirman bahwa semua manusia akan mati, Allah lanjutklan firman-Nya

وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran : 185)

Pelajaran dari kisah:

Orang yang dikenal sangat zalim pun masih menangis mendengar ayat-ayat tentang kematian, bagaimana dengan kita? Apakah hati kita merasa takut dan bergetar ketika mendengar ayat-ayat tentang kematian? Atukah hati kita lebih keras dari pada gunung?
Tidak boleh men-cap seseorang yang senantiasa berbuat keburukan sebagai penghuni neraka. Sebagaimana Hajjaj -kita serahkan kepada Allah keadaannya di akhirat-, dikatakan Hajjaj pernah berdoa di akhir hayatnya “Ya Allah ampunilah aku, walaupun manusia menyangka Engkau tidak mengampuniku.”
Allah menjadikan Alquran itu mudah untuk ditadabburi bagi orang-orang yang ingin merenungkan kandungan maknanya.
Seseorang hendaknya mengamalkan apa yang ia ketahui dan ia dakwahkan. Sebagaimana Hajjaj yang mengetahui bahwa Allah akan menghisab amalan manusia, hendaknya ia berbuat kebaikan sebagai realisasi dari apa yang ia ketahui dan yakini.
Hajjaj memang pemimpin yang zalim dan mudah membunuh, tapi dari sisi keyakinannya terhadap Alquran ia lebih baik daripada orang-orang liberal yang tampil bersahaja namun mengingkari ayat Alquran yang bertentangan dengan akal mereka dan menafsirkannya sesuai dengan hawa nafsu mereka.
Sumber: Tangisan Salaf Ketika Membaca dan Mendengarkan Alquran oleh Muhammad Syauman bin Ahmad ar-Ramali

Ditulis oleh Nurfitri Hadi
Artikel KisahMuslim.com

Sastra Jiwa

Sedekahnya Para Sahabat Nabi

Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang mulia yang Allah pilih untuk menemani Nabi-Nya. Mereka adalah orang-orang yang menggabungkan ilmu dan amal dalam kehidupannya, mereka mengorbankan harta dan jiwa untuk Islam dan kaum muslimin. Oleh karena itu, merekalah tauladan kita setelah para Nabi dan Rasul.

Di antara teladan yang mereka berikan kepada kita adalah keteladanan dalam bersedekah. Demi Islam dan kaum muslimin, harta yang mereka yang mereka miliki seolah-olah tak berarti. Sebanyak apapun yang dibutuhkan untuk Islam dan kaum muslimin akan mereka berikan sesuai dengan apa yang mereka miliki. Bersamaan dengan itu, sedekah tersebut memiliki kualitas keikhlasan yang tak tertandingi. Semoga Allah meridhai mereka.

Berikut ini di antara sedikit dari amalan sahabat Nabi dengan keadaan zaman mereka yang sulit dan kemampuan finansial mereka yang masih terbatas.

Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu

Ketika Abu Bakar radhiallah ‘anhu berkeinginan membebaskan Bilal radhiallah ‘anhu dari perbudakan, Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas. Dan dengan segera Abu Bakar radhiallah ‘anhu langsung menebusnya.

1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
285,73 gr x Rp 400.000,00 = Rp 114.291.000,00

Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu

Di dalam Kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar radhiallah ‘anhu telah mewasiatkan 1/3 hartanya (untuk kepentingan Islam) yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi nilai 120.000 (dinar atau dirham). Jika dengan nilai sekarang, setara dengan) 510.000 gr emas = Rp 204.000.000.000,00
Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu

Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta,
300 ekor unta x Rp 12.000.000,00 = Rp 3.600.000.000,00
serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas
1000 dinar x 4,25 gr = 4250 gr x Rp 400.000,00 = Rp 1.700.000.000,00

Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman radhiallah ‘anhu masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham dan 100.000 dinar

Di zaman Rasul perak memiliki kekuatan beli yang sangat tinggi
595 gram perak = 85 gram emas

100.000 dinar x 4,25 gr = 425.000 gr emas x Rp 400.000,00 = Rp 170.000.000.000,00
30.500.000 dirham x 85/595 = 4.357.143 dinar x 4,25 gr = Rp 18.517.857,8 x Rp 400.000,00
Rp 18.000.000 x Rp 400.000 = Rp 7.200.000.000.000,00 (Rp 7,2 Triliun)

Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu

Ketika menjelang Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 Uqiyah Emas.
1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
200 uqiyah x 31,7475 gr emas = 6.349,5 gr x Rp 400.000,00 = Rp 2.539.800.000,00

Menjelang wafatnya, beliau mewasiatkan 50.000 dinar untuk infaq fi Sabilillah
100.000 dinar x 4,25 gr = 425.000 gr emas x Rp 400.000,00 = Rp 170.000.000.000,00
50.000 dinar = 85.000.000.000,00
Ini baru satu amalan dari sekian banyak sedekah lainnya yang mereka lakukan, belum lagi amalan selain sedekah. Inilah upaya mereka berniaga dengan Allah Ta’ala, membeli surga-Nya yang mahal harganya.

BAGAIMANA DENGAN SAYA, DAN ANDA…….?

Ditulis oleh Ustadz Said Yai Ardiansyah dengan tambahan dari tim KisahMuslim.com
Artikel http://www.KisahMuslim.compm › editor
↓ Leave a comment
Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang mulia yang Allah pilih untuk menemani Nabi-Nya. Mereka adalah orang-orang yang menggabungkan ilmu dan amal dalam kehidupannya, mereka mengorbankan harta dan jiwa untuk Islam dan kaum muslimin. Oleh karena itu, merekalah tauladan kita setelah para Nabi dan Rasul.

Di antara teladan yang mereka berikan kepada kita adalah keteladanan dalam bersedekah. Demi Islam dan kaum muslimin, harta yang mereka yang mereka miliki seolah-olah tak berarti. Sebanyak apapun yang dibutuhkan untuk Islam dan kaum muslimin akan mereka berikan sesuai dengan apa yang mereka miliki. Bersamaan dengan itu, sedekah tersebut memiliki kualitas keikhlasan yang tak tertandingi. Semoga Allah meridhai mereka.

Berikut ini di antara sedikit dari amalan sahabat Nabi dengan keadaan zaman mereka yang sulit dan kemampuan finansial mereka yang masih terbatas.

Abu Bakar ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu

Ketika Abu Bakar radhiallah ‘anhu berkeinginan membebaskan Bilal radhiallah ‘anhu dari perbudakan, Umaiyah bin Khalaf mematok harga 9 uqiyah emas. Dan dengan segera Abu Bakar radhiallah ‘anhu langsung menebusnya.

1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
285,73 gr x Rp 400.000,00 = Rp 114.291.000,00

Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu

Di dalam Kitab Jami’ Bayanil Ilmi wa Fadhlih, karangan Ibnu Abdil Barr, menerangkan bahwa Umar radhiallah ‘anhu telah mewasiatkan 1/3 hartanya (untuk kepentingan Islam) yang nilainya melebihi nilai 40.000 (dinar atau dirham), atau totalnya melebihi nilai 120.000 (dinar atau dirham). Jika dengan nilai sekarang, setara dengan) 510.000 gr emas = Rp 204.000.000.000,00
Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu

Saat Perang Tabuk, beliau menyumbang 300 ekor unta,
300 ekor unta x Rp 12.000.000,00 = Rp 3.600.000.000,00
serta dana sebesar 1.000 Dinar Emas
1000 dinar x 4,25 gr = 4250 gr x Rp 400.000,00 = Rp 1.700.000.000,00

Ubaidullah bin Utbah memberitakan, ketika terbunuh, Utsman radhiallah ‘anhu masih mempunyai harta yang disimpan penjaga gudangnya, yaitu: 30.500.000 dirham dan 100.000 dinar

Di zaman Rasul perak memiliki kekuatan beli yang sangat tinggi
595 gram perak = 85 gram emas

100.000 dinar x 4,25 gr = 425.000 gr emas x Rp 400.000,00 = Rp 170.000.000.000,00
30.500.000 dirham x 85/595 = 4.357.143 dinar x 4,25 gr = Rp 18.517.857,8 x Rp 400.000,00
Rp 18.000.000 x Rp 400.000 = Rp 7.200.000.000.000,00 (Rp 7,2 Triliun)

Abdurrahman bin Auf radhiallahu ‘anhu

Ketika menjelang Perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf mempelopori dengan menyumbang dana sebesar 200 Uqiyah Emas.
1 uqiyah emas = 31,7475 gr emas
200 uqiyah x 31,7475 gr emas = 6.349,5 gr x Rp 400.000,00 = Rp 2.539.800.000,00

Menjelang wafatnya, beliau mewasiatkan 50.000 dinar untuk infaq fi Sabilillah
100.000 dinar x 4,25 gr = 425.000 gr emas x Rp 400.000,00 = Rp 170.000.000.000,00
50.000 dinar = 85.000.000.000,00
Ini baru satu amalan dari sekian banyak sedekah lainnya yang mereka lakukan, belum lagi amalan selain sedekah. Inilah upaya mereka berniaga dengan Allah Ta’ala, membeli surga-Nya yang mahal harganya.

BAGAIMANA DENGAN SAYA, DAN ANDA…….?

Ditulis oleh Ustadz Said Yai Ardiansyah dengan tambahan dari tim KisahMuslim.com
Artikel http://www.KisahMuslim.com