Sastra Jiwa

Temukanlah Alasan (Untuk Tetap Di Sini)

Kalau sudah paham bahwa setelah
mensholihkan/memperbaiki diri langkah
berikutnya adalah memperbaiki umat, maka
urusan berikutnya hanyalah istiqomah. Menjadi
penting, sebab mengurus memperbaiki, dan
melindungi umat adalah sama pentingnya
dengan ibadah wajib.

Quran ini tidak bisa terbang untuk mengantar
makanan kepada si miskin atau tidak bisa
berenang sendiri di genangan untuk menolong
korban banjir. Quran tidak bisa mencegah aset-
aset negara dijual kepada pihak asing. Quran
juga tidak bisa mengayunkan senjata untuk
melindungi muslim yang ditindas atau membuat
proposal model ekonomi untuk perbaikan
ekonomi masyarakat. Dan ingat, Quran juga
tidak bisa menyuntikkan obat untuk rakyat yang
sakit atau gentayangan mendirikan tenda
pernikahan *kode buat jomblo, hehee…*

Pasti ada MANUSIA yang melakukan semua itu.
Mengerjakan itu, atau mengoperasikan hal
tersebut dengan izin dan kekuatan Allah ta’ala.
Dan di sinilah ISTIMEWA dan MEWAH-nya
Islam !!!!!
Sistem dan program ini butuh manusia untuk
berfungsi dan menjalankannya. Pasti ada orang
yang akan berusaha menjalankannya, banyak
atau sedikit. Kalau kita tidak mau menjadi
bagian yang istimewa itu, Allah akan
menghadiahkannya kepada orang lain.
Ingatkah dulu saat SMA atau kuliah kita dengan
gagahnya menyeru kepada adik-adik kita?
“Kalian adalah ruh baru yang mengalir untuk
umat ini !!!” atau “Barangsiapa yang tidak peduli
dengan urusan kaum muslimin, maka dia bukan
golonganku”. Atau ingatkah kita saat dulu
mengajak adik-adik atau teman-teman kita
untuk peduli dengan urusan umat?
Kalau hari ini kita menjadi orang yang tidak
peduli lagi, manusia macam apa kita? Lelah?
Bosan? Atau terlena dengan bahagianya
kehidupan rumah tangga dan mengejar karir?
Atau sempit dengan penatnya kemiskinan dan
sulitnya mencari penghasilan?
Bukankah Allah telah mengingatkan?
“Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-
anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu,
keluargamu, harta kekayaan yang kamu
usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan
kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal
yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah
dan rasul-Nya, serta berjihad di jalan-Nya, maka
tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-
Nya” (QS At-Taubah: 24)

Saudaraku, carilah alasan agar kau tetap
bergerak. Bacalah ayat-ayat yang dulu
membuatmu terenyuh. Datangilah lagi saudara-
saudara dan pengajian-pengajian yang telah
lama kau tinggalkan. Bergeraklah lagi meski kau
lelah. Berangkatlah lagi meski kau malas. Berilah
pengertian meski keluargamu merengek agar kau
tetap tinggal di rumah.
Kau pikir saudara-saudaramu tidak bisa lapar?
Tidak butuh penghidupan? Tidak rindu keluarga?
Tidak sedih memikirkan orang tua yang renta
dan sakit-sakitan? Mereka semua sama dengan
kau.
Maka… Jadilah lagi denyut nadi yang
menghidupi umat.
Menangislah untuk umat. Atau tangisi dirimu
tiap kali tidak mampu memperkuat barisan
umat……
“Dan tidak ada (dosa) atas orang-orang
yang datang kepadamu agar engkau
memberi kendaraan kepada mereka (untuk
ikut berperang), lalu engkau berkata, “Aku
tidak memperoleh kendaraan untuk
membawamu” lalu mereka kembali, sedang
mata mereka bercucuran air mata karena
sedih, disebabkan mereka tidak
memperoleh apa yang akan mereka
infakkan (untuk ikut berperang)” (QS AT-
Taubah: 92)

Itulah hati tulus, hati remaja yang pernah kau
miliki. Semoga kita memilikinya lagi.
( COPAS )

Nasehat yg ditujukan bagi diri, berbagi utk bersama dihayati…
#utkterusdibinadanmembina

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s