Sastra Jiwa

Ayahku Seorang Kuli Bangunan

Nak, laman Blog ini aku siapkan sebagai warisan untuk kau dan saudara perempuanmu…

Aku khwatir kerjaku sebagai kuli bangunan tak banyak berbuah harta, rumah atau benda berharga lainnya..

Tapi yakinlah, ada hal bernilai yg kau dapat dari Laman Blog ini, setidaknya kau mengerti apa yg Abi dan Ummi lakukan selama ini..,

Aku sebut ini surat cinta kami padamu
“Gaza El Banna & Palestina El Zahra”

Kelak, jika ada yg bertanya apa kerja ayah dan bundamu, Katakan dengan jelas beliau Kuli Bangunan 🙂

Ayah bertugas sebagai pekerja untuk membantu membangun pondasi bangunan. Sesekali membantu mengecat tembok atau membersihkan kubah..

Menanam batu bata syahadat sebagai pondasi bangunan, melengkapi dengan tiang2 pancang pondasi berupa ma’rifatullah, Islam dan Rasul..

Nak, kerja pada posisi ini agak sulit mengingat medan terjal lahan yg akan dibangun pondasi di atasnya..

Kerja ini sangat panjang Nak, bisa jadi Ayah sudah Tutup usia sebelum proyek pondasi ini selesai, yang penting aku sudah sampaikan kepadamu agar kau tahu dari mana akan memulai..

Ayah tak pernah Ragu berada pada posisi kuli bangunan dan bekerja pada Perusahaan Allah, karena semuanya Terjamin.

Asuransi, gaji pokok, tunjangan keluarga, kesehatan dll semua Ada.
Karena Pemilik Perusahaan Adalah Zat yg Maha Kaya. Raja diraja, pemilik dari segala pemilik.

Karena kerja yg panjang dan cukup banyak terkadang waktu ayah untuk keluarga..

Bundamu manusia paling sabar dalam membersamai Ayah. Setiap hari tidurnya terganggu hanya demi menyambut Ayah pulang dari Kantor Peradaban..

Uniknya senyum bundamu masih tetap manis walau terbangun jam 2 dini hari untuk menyambut ayah pulang…

Esok paginya bergegas untuk bertemu Robb Nya dalam senandung Syahdu subuh yg Indah, menyiapkan sarapan pagi dan berangkat kerja.

Pasca menikah, bunda sering telat datang ke sekolah tempat mengajar. Bukan karena mulai tidak tanggungjawab, justru karena tanggungjawab nya bertambah untuk membersamai suaminya..

Sayangi Bunda ya, karena tanggungjawabnya sudah akan semakin banyak ketika kau dan saudarimu lahir..

Nak, demi Allah Al Qur’an tak mampu berjalan sendiri, mengetuk pintu Rumah lalu membacakan Ayat2 Nya..

Begitupun Hadits, tak mampu pergi sendiri dan mengajarkan ummat kemuliaan akhlak…

Karena nya harus ada yg Rela keluar rumah, mempelajari Qur’an dan hadits untuk disampaikan kepada masyarakat..

Nak, Al qur’an dan Hadits itu petunjuk konsepsi sekaligus teknis bangunan yg sedang dikerjakan sejak beberapa zaman terdahulu..

Karenanya pelajarilah, ikuti instruksinya, SOP dan bahkan catatan2 kecil yg melengkapi suatu kalimat.

Tulisan ini ayah buat tertanggal 15 juni 2014/ 17 Syaban 1435 H di Kantor Peradaban Yogyakarta dalam urusan mega proyek untuk menghasilkan kuli-kuli bangunan yg lainnya

Jeehadielbanna
Yogyakarta, 15 juni 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s