Sastra Jiwa

Kepala Negara, Kepala Keluarga dan Polemik SUBSIDI BBM

Kelola Negara itu Mirip2 kelola keluarga.
Kadang keuangan keluarga baik kadang sulit pun begitu keuangan negara.
Ayah sebagai kepala keluarga, mirip-mirip dengan Presiden kepala Negara.

Pernah dengar ayah dialog dengan anggota keluarga?
Istri dan Anak-anakku, rasanya berat jika kita harus bergantung pada pemilik kost atau kontrakan. Apakah kalian setuju apabila kita kurangi belanja pulsa, belanja hiburan keluarga, dan hal sekunder lainnya untuk kita alihkan menjadi cicilan rumah. Memang akan butuh waktu namun ketika rumah kita miliki, kita dapat jualan pulsa bahkan, dengannya kita beli jasa hiburan keluarha atau kebutuhan sekunder lainnya, karena kita tidak perlu lagi menyicil rumah atau bayar kontrakan.

Kira-kira ini ilustrasi kondisi keluarga yang sedang upayakan pengalihan suatu anggran ke anggaran lain yang dianggap berdampak jangka panjang.

Mirip kondisi Indonesia yang berniat mengalihkan anggaran untuk kepentingan lainnya.

Pengalihan anggaran BBM ini kabarnya akan dialihkan pada kebutuhan lainnya yang berdampak jangka panjang bagi kesejahteraan Rakyat. Dan mengajak rakyat bersabar selama bbrapa tahun sampai cita-cita terwujud.

Ada juga analisa bahwa pengalihan subsidi BBM adalah cara untuk mematikan konspirasi trader Minyak mentah. Karena subsidi BBM hanya menguntungkan konspirasi jahat Trader minyak mentah dengan elit negara yang pengusaha. Asumsinya dengan memiliki kilang minyak baru maka Negara tidak perlu Import minyak dan akan memutus lingkaran setan Trader Minyak mentah yang banyak merugikan negara.

Faktanya adalah pengalihan BBM tidak diperuntukan untuk membangun Kilang minyak baru.

Check link ini (pernyataan Kepala BAPPENAS terkait kemana dana subsidi BBM dialihkan)

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/11/17/213634526/Untuk.Apa.Saja.Pengalihan.Subsidi.BBM.

Malah memunculkan asumsi, jangan-jangan pemerintah ikut terlibat dalam penundaan berdirinya kilang minyak baru dan tetap saja Trader mampu bernafas lega dan raup keuntungan besar. Celakanya Rakyat yang tambah terjepit. Subsidi dicabut, mafia minyak tetap bisa dagang juga karena realitasnya negara selalu kekurangan minyak mentah dan trader terus bisa pasok. Fiuuh..

Ada pernyataan: “mari Rakyat bersabar sejenak sampai nanti waktunya akan tahu kebaikan dari kondisi ini”

Yang sama-sama kita sepakati (baik yang pro Subsidi dicabut dan Kontra cabut subsidi) kita bersepakat rakyat sudah lama bersabar dengan penderitaannya. Justru pernahkah ada himbauan bahwa pejabat untuk bersabar dan tidak terburu-buru mencabut subsidi dan bekerja keras untuk cari cara lain dulu?

Pernah dengar kisah kepala keluarga yang membanting tulang cari usaha tambahan agar anak tetap sekolah, dapur tetap mengepul dan kesehatan keluarga terjaga dan kepala keluarga tersebut merahasiakan kesulitannya dihadapan anak dan keluarganya?

Kita Rindu kepala Keluarga dengan Mental ksatria demikian.
Pun Rindu kepala Negara Bermental demikian.

Saya yakin tanpa kampanyepun periode selanjutnya kepala negara bermental seperti ini akan diminta jadi kepala negara lagi 😊

Muncul sanggahan, “tapikan ini negara gak sesederhana keluarga, ini negara dengan anggota 200jt lebih, kalo keluarga kan gak sebanyak itu”

Maka, harus juga berpikiran, Hey Ini negara Loh bukan keluarga kecil, anda sedang meminta ratusan juta rakyat bersabar untuk tidak melaut terlalu lama atau bersabar untuk mengurangi jatah makan karena harga pangan ikut naik akibat dicabutnya subsidi dan daya beli masyarakat semakin rendah karena tidak diimbangi dengan naik gaji atau penambahan nilai kemampuan rakyat dalam mencari penghasilan lain? Naaaah 😅

Good Afternoon Mr President 🔥

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s