Sastra Jiwa

Ketika Buah Tarbiyah Mulai Ranum

Tetap tegar dalam kondisi hamil dengan kondisi melepas suami pergi ke PAPUA, itu cool banget πŸ‘

Ada iman dalam dadamu wahai hamba Allah yang sholihah..

Barangkali ini warisan Bunda Hajar yang mulia, walau faktanya kau tak bersuamikan Lelaki dengan kapasitas Ibrahim As…

Allah ya Kariim…
Semoga Buah Tarbiyah bernama Salimul Aqidah tetap terjaga dalam keluarga Kami..

Selatan Jakarta,
Abu Gaza al Palmerahi
26 Jumadil Akhir 1436 H

Sastra Jiwa

Maintainance Tools : pendidikan Karakter untuk Anak

Oleh : Ani Ch, penulis buku & praktisi pendidikan keluarga

Selasa, 14 April 2015

Maintainance Tools (Part 1)

πŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œ

Dodit sudah duduk di atas motor, di depan rumah siap berangkat! Dinda istrinya masih mbulet di dalam rumah, “Dinda…cepetan..aku nanti telat” kata Dodit. “Iya sebentar” jawab Dinda sambil teriak.
“Sorry…nyari dompet nggak ketemu2 tadi…untung akhirnya baru ingat, di atas kulkas” jawab Dinda ketika akhirnya keluar rumah.

Sampai dikantor, Dinda sudah telat 5 menit, alamat dimarahi pak bos..Beneran baru naruh tas, interkom sudah bunyi..tut tut..Dinda, ke ruangan saya ya..tiiit. Telpon langsung ditutup.

Dinda masuk ruangan pak bos, langsung dikasih instruksi, “Proposal yg sudah kamu buat kemarin…revisi ya, terutama di bagian penawaran harga, naikkan 5% ya. saya tunggu revisiannya pagi ini juga. Lalu kamu ikut saya, sudah siap presentasi ke klien kan?” Sip…gak nanya telat, batin dinda..

Sampai di meja kerjanya…dinda baru ingat..alamaakk, proposalnya kan aku bawa pulang utk kupelajari spya siap presentasi..dan KETINGGALAN. Oke…tenang Dinda..kan ada file nya..kita buka, sekalian revisi..lalu di print..Dinda mulai booting komputer sambil ngatur napas..pas buka folder..gak ketemu filenya…aduuuh, dari kemarin mau kurapikan dlm folder2 gak sempet..akhirnya ratusan file ini kayak hutan belantara..judul filenya lupa lagi..jadi nggak bisa di search..ini doc1 doc2 kok byak sekali…aduuuhh pusing.

πŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œ

Kenapa Dinda pusing? Karena sewaktu kecil…kemandirian fisiknya belum terlatih dg baik..utamanya pd aspek maintainance tools…Waktu kecil, Dinda kurang diberi pembiasaan mengelola benda2 sehingga ketika besar menjadi org yg tdk rapi dlm mengelola barang, sering lupa/kehilangan, juga menjadi seorang pekerja yg tidak terstruktur..sehingga pengelolaan aktivitasnya juga kacau..

Teman, inilah satu hal kecil yg perlu secara serius kita latih pd anak2, pembiasaan mengelola barang. Kita mulai dari yg sederhana..Pembiasaan Manajeman Tas.

πŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œ

Manajemen Tas artinya mengelola tas..ada bbrp tahapan latihan manajemen tas pada anak,
1⃣Kita perlu sosialisasi pd anak tentang pentingnya merapikan tas, ya kalau anak..kaitkan saja dg sekolah, biar tdk ada buku ketinggalan, bisa belajar dg baik di sekolah, dst dst
2⃣Kita bisa mulai dg contoh, ortu mengambil tas nya sendiri & mulai mensimulasikan prosedur menyiapkan tas di malam hari seblum tidur.
~buka tas, keluarkan semua isinya, buang yg termasuk sampah
~masukkan benda2 wajib setiap hari, alat tulis, tisue, dompet, & teman2nya
~liat jadwal besok, masukkan semua benda utk kebutuhan besok.
3⃣Kita melakukan proses menyiapkan tas, pd malam hari bersama anak, urutan aktivitas yg rapi akan memudahkan anak utk melakukan..agak mirip dg tas ortu tadi,
~Keluarkan semua isi tas, buang sampah.
~Siapkan keperluan wajib, alat tulis trutama..jika perlu pensil2 dirauti
~Berikan label utk semua benda yg dimiliki, nama..agar tidak tertukar dg teman atau jika hilang lebih mudah kembali
~Periksa jadwal besok dan masukkan semua keperluan utk besok

πŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œπŸ’ΌπŸ‘œ

Teman..ini pekerjaan sangaaaat sepele..tapi sungguh berdampak pada karakter jika kita kerjakan rutin..

Sebuah sekolah telah membuat program semacam ini, parenting berbasis pembiasaan aktivitas sehari2 & terasa betul manfaatnya.

Latihan manajemen tas mungkin hal biasa..tapi jika ini RUTIN dilakukan akan menyumbangkan bbrp manfaat
βœ…Anak terbiasa ‘merencanakan’ sblm aktivitas, sehingga akan jadi pribadi yg rapi, terstruktur, dan siap menghadapi esok hari krn sdh punya ‘persiapan’, nggak akan jadi anak yg ‘gupuhan’ atau panik’an, atau anak2 yg ketinggalan barangnya.
βœ…Anak belajar memilah ‘barang yg tdk perlu’ shg dilabeli sampah lalu dibuang & ‘barang yg masih perlu’, bayangkan jika ini diabstrakkan..anak belajar mana masalah yg perlu dilupakan & mana yg masih harus diurus utk diselesaiakn..keren kan..
βœ…Anak belajar melakukan klasifikasi benda2, benda penting & tdk, mana yg disimpan & mana utk besok. Sekali lagi bayangkan jika diabstrakkan, anak ini akan tahu mana urusan yg ditunda mana yg harus diselesaikan besok.