Sastra Jiwa

Gaza, Elang dan Tongue Tied

IMG_6450-1.JPG

Nak,
Abi Ingin bercerita tentang Kisah Elang. Kabarnya Seeokor elang jika pada Usia tertentu maka Ia akan membenturkan paruhnya pada Tebing, mencabuti Kuku dan Bulunya sendiri.

Hal itu Ia lakukan agar Paruhnya tidak membunuh dirinya karena pada Usia tertentu Paruhnya akan semakin panjang dan melengkung hingga mampu menembus Leher apabila tidak dipatahkan..

Hal Itu Ia lakukan karena pada usia tertentu kukunya semakin Panjang melengkung yang membuat dirinya tak akan mampu mencengkram mangsanya hingga akhirnya akan membunuh dirinya…

Hal Itu Ia Lakukan karena pada Usia tertentu bulunya semakin lebat dan Tebal yang menyebabkan dirinya tak mampu Terbang Bebas…

Karenanya, Ia Harus mengambil Putusan Pahit nan Pilu dengan Mematahkan paruhnya, mencabuti Bulu serta Kukunya demi harapan Hidup ke depan…

Uniknya Pada Usiamu yang baru Genap 21 Hari, Kau harus tervonis Tongue Tied Level II, suatu kondisi yang membuatmu Tertahan mengakses Rahmat Allah berupa ASI.

Rasanya Terlalu Pilu untuk melihat anak usia 21 hari harus berjuang melawan Gunting Operasi. Tak ada yang mampu menatap tegas pada waktu itu kecuali Dokter sang eksekutor…

Aku sendiri bersembunyi dibalik Tirai tak sampai Hati melihat eksekusi, justru Ibumu yang bertahan bersama dokter dengaan tatap Nanar melihat tidurmu terganggu gunting tajam itu..

Putusan Pilu ini kami ambil, yang dengannya Kami Berharap kepada Allah sang pemberi Kehidupan, agar Kau tumbuh lebih cepat lagi…

Setelah hari-hari berat ini, semoga kau termasuk Anak yang pandai Bersyukur kepada Allah.. Tali yang menghambatmu sudah putus. Kini paruhmu kembali Tajam, Kukumu mulai tumbuh dan siap mencengkram, bulumu mulai berganti dengan sayap-sayap yang lebih sehat…

Bantu Agamamu Nak, Bebaskan Ummatmu Nak, Bela Ulamamu Nak, jadilah Elang Kehidupan yang Tak Takut Kehidupan walau kau harus terasing tersendiri karena hanya bebek saja yang senang hidup Bergerombol dan Takut terasing!!!!

Ayahmu
Selatan Jakarta

22 Rajab 1436 H

Advertisements
Sastra Jiwa

Surat Terbuka Untuk Gaza

IMG_6149.JPG

Istirahatlah yang cukup Nak,
Karena Kelak Istirahatmu akan Sedikit..
Terlalu sia-sia kelahiranmu jika kelak kau tumbuh hanya jadi seonggok pengecut yang tak sanggup tahan kantuk untuk Robb dan Ummatmu..

Menangis yang kencang Nak,
Habiskan diHari-hari ini…
Karena kelak kau akan lupa cara menangis dalam rangka meratapi kesulitan hidup setelah rangkaian sejarah orang-orang beriman khatam kau pelajari…

Ku Tunggu kau di medan laga, jika tak datang maka akan ku jemput!

Ayahmu.

Selatan Jakarta
15 Rajab 1436 H