Sastra Jiwa

🎥 Fiqh Romadhon🎥

👳 Bersama Ustadz Hilman Rosyad Syahab Lc👳

Kamis, 4 Juni 2015
Ruang Perpustakaan Azhari Islamic School Lebak Bulus.
———————————

💾 definisi Puasa
✅ menahan diri dari yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenam matahari

💾 Unsur Puasa
✅ Menahan diri
✅ Hal yang membatalkan Puasa
✅ Waktu
✅ Niat Puasa

💾 Hal Yang membatalkan Puasa
1⃣ syahwat Seksual (Birahi)
Hubungan suami Istri keluar mani atau tidak keluar mani. Atau Hal yang diqiaskan dengan hal itu, seperti masturbasi dan semisalnya

Sementara untuk hal percumbuan antara suami dan Istri sebagian ulama menyepakati merupakan makruh yang harus dihindari karena tidak ada yang dapat mampu mengetahui apakah percumbuan tersebut dengan hawa nafsu atau tidak.
2⃣ syahwat Perut
Aktivitas makan atau Minum.

Banyak hal yang berkembang di masyarakat seputar hal yang membatalkan Puasa. Jika tidak memenuhi kedua hal yang membatalkan puasa di atas maka bukan hal yang membatalkan puasa.

Misal: sikat Gigi, merupakan hal yang tidak membatalkan puasa karena bukan merupakan aktivitas makan atau minum.

💾 hukum Puasa
Hukum puasa ada yang bernilai Wajib, Sunah, makruh, Haram.
✅ Wajib
1⃣ Romadhon
2⃣ nazar (berjanji puasa jika keinginannya terkabul, namun Hal ini tidak dianjurkan namun jika sudah terlanjur berjanji maka wajib dilakukan)
3⃣ Kafarat (puasa karena hukuman, namun kita wajib upaya menghindari diri jangan sampai kena hukuman)

✅ sunnah
1⃣ senin-kamis
2⃣ Daud
3⃣ ayumul Bidh 13-15 H
4⃣ 6 hari Bulan syawal (bisa berturut-turut atau tidak)
5⃣ shoum Arofah (9 zulhijjah)
6⃣ shoum Asyuro (10 Muharom, boleh ditambah sehari sebelumnya atau satu hari setelahnya atau sehari sebelum dan sesudahnya)

✅ Makruh
Tidak terperinci satu persatu, melainkan berdasarkan kondisi.

Misal:
Jika seseorang Dalam kondisi sakit namun tetap memaksakan dirinya puasa yang membuat sakitnya bertambah parah atau proses penyembuhannya lama maka puasa tsb Makruh.

Atau Kondisi pekerja berat yang dapat membahayakan diri dan orang lain, jika tetap memaksakan puasa maka puasanya makruh

Atau Kondisi Ibu hamil atau Menyusui yang dapat membahayakan kondisi Janin.

Atau Kondisi Safar atau sedang perjalanan

✅ Haram
1⃣ hari-hari terlarang puasa ( puasa di dua hari raya dan Hari tasyrik)
2⃣ hari-hari yang diragukan (29 atau 30 sya’ban)
3⃣ perempuan yang sedang haid atau Nifas
4⃣ Shoum Bid’ah (yang tidak ada contohnya dari Nabi ﷺ )
Dalam hal ini adalah shoum yang tidak diniatkan karena Allah.

Atau Puasa karena aktivitas tertentu, misal puasa karena sedang menghadapi ujian sekolah atau promosi jabatan dengan harapan Allah berikan kemudahan.

💾 Siapa Yang Wajib Puasa di bulan Romadhon
1⃣ Muslim/ah
Manusia yang terlahir dari ayah ibu yang muslim dan Muslimah atau memungkinkan manusia yang terlahir dalam kondisi kafir namun Allah berikan hidayah untuk bersyahadat
2⃣ aqil baligh
Berakal sehat dan Sudah sampai pada kondisi Baligh ditandai dengan ciri-ciri primer, sekunder maupun tersier

Misalnya pada laki-laki dan perempuan sudah mulai memiliki perasaan kecenderungan suka dengan lawan jenis.

Pada laki-laki mulai mimpi basah muncul jakun dan ciri lainnya.
Pada perempuan mulai membesar pinggulnya.
3⃣ sehat
Kuat puasa sampai dengan maghrib. Jika sakit maka tidak wajib puasa
4⃣ mukim
Tidak sedang perjalanan
5⃣ Suci dari haid dan Nifas

💾 siapakan Yang boleh Berbuka pada saat puasa Romadhon?
1⃣ Orang Kafir
Tidak ada kewajiban berpuasa bagi orang Kafir.

2⃣ anak Kecil yang belum Aqil Baligh. Hanya saja harus diajarkan sejak anak-anak untuk berpuasa.

3⃣ Orang sakit.
Tidak ada keterangan jenis sakit apa yang dibolehkan berbuka.
Namun Ulama membantu penjelasan berupa panduan:

Bila dengan berpuasa makin parah sakitnya maka sunahnya berbuka.

Atau bila dengan berpuasa malah membuat lama proses penyembuhan.

Sehat lebih diutamakan dibandingkan berpuasa dalam kondisi sakit.

4⃣ Safar
Orang yang keluar dari tempat domisilinya.
Tidak ada ukuran jarak yang dimaksud tentang safar.

Ulama memberikan penjelasan, apabila dengan bersafar membuat kondisi kepayahan atau ketidaknyamanan maka sunahnya berbuka
5⃣ orang Tua yang sudah uzur yang apabila mereka berpuasa membuat kita Khawatir dengan kondisi kesehatannya.
6⃣ pekerja Berat yang apabila dalam kondisi berpuasa akan mencelakakan dirinya atau orang lain. Maka sunah untuk berbuka bagi orang dalam kondisi ini.
7⃣ Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
Disunahkan Berbuka, karena pada kondisi ini disarankan tidak berpuasa meski kuat karena kita tidak bisa mengukur apakah janin siap dan kuat diajak berpuasa.

Karena ketika sudah beberapa jam ibu hamil atau menyusui berpuasa maka akan terputus saluran makanan menuju janin yang kelak akan menyebabkan Malnutrisi (kekurangan Gizi sampai resiko keterbelakangan mental serta Kanker)

Oleh karena itu para Ibu Hendaknya Tidak Egois atau hanya mengukur kekuatan dirinya sendiri tanpa memikirkan kondisi Janin

💾 Apa Konsekuensi Orang yang Berbuka di bulan Romadhon (tidak berpuasa Karena alasan yang dibolehkan)

1⃣ Mengganti Puasa dihari lain
Apabila kondisinya masih mampu dan memiliki keluangan waktu untuk mengganti puasa dihari lain maka konsekuensi bagi yang tidak berpuasa saat Romadhon karena alasan yang diperbolehkan adalah dengan cara mengganti puasa yang ditinggalkan selama bulan Romdhon pada hari diluar Romadhon.
2⃣ Membayar Fidyah
Untuk kondisi yang diprediksi atau dipastikan tidak akan mampu membayar atau mengganti puasa dihari lain.

Misal kondisi Orang yang sudah Tua yang tidak mungkin dapat mengganti dihari lain.

Atau kondisi sakit yang diprediksi berkepanjangan atau tidak dapat sembuh dan cenderung terus memburuk kondisi kesehatnnya.

Maka pada kondisi tersebut diwajibkan membayar Fidyah. Berupa memberi makan orang miskin sesuai dengan nominal yang biasa kita jadikan konsumsi harian kita.

✅ Kondisi Ibu Hamil dan Menyusui
Hendaknya membayar Fidyah, karena kondisinya tidak jelas apakah bisa mengganti puasa tersebut atau tidak. Jika ada kesempatan untuk mengganti maka diwajibkan mengganti.

Kondisi Khusus:
Dimungkin ada seorang istri yang bertahun-tahun tidak pernah puasa Romadhon hal ini dimungkinkan apabila setiap tahunnya hamil dan menyusui ketika masuk Romadhon. Dalam kondisi ini cukup membayar Fidyah saja karena tidak memungkinkan untuk mengganti puasanya karena tidak ada waktu untuk mengganti.

————————————-
💾 Closing Statement :

Puasa Itu ibadah yang Mudah karena merupakan ibadah yang diminta untuk meninggalkan sesuatu (hal yang batalkan puasa).

Jika merasa tidak mampu meninggalkan sesuatu tersebut silakan berbuka dengan konsekuensi fidyah atau mengganti dihari yang lain.

Oleh karena itu, anak-anak sangat mudah bisa melakukan ibadah puasa dengan lengkap selama Romadhon.

Oleh karena itu, ketika sampai Bulan Romadhon jangan terlalu fokus memikirkan lapar dan Haus atau puasanya namun fokuslah pada amalan-amalan keimanan yang mampu melipatgandakan amal romadhon kita. Agar tidak muncul fenomena “puasa balas dendam” yaitu makan berlebihan ketika waktu berbuka yang malah menyebabkan timbul penyakit dan sikap malas. Karenanya jangan terlalu fokus pada puasanya karena puasa itu sangat Ringan sekali.

Justru Esensi Puasa adalah memperbanyak Ibadah dan persedikit makan.

Pahala Romadhon justru besar karena aktivitas keimanan yang ditanam pada hari-hari romadhon, diantara Aktivitas tsb adalah:

1⃣ Tilawah Qur’an
2⃣ sholat Malam
3⃣ Mengakhirkan sahur, segerakan Berbuka
4⃣ zakat, Infaq, Shodaqoh
5⃣ dzikir dan Do’a
6⃣ ‘itikaf
7⃣ mencari Lailatul Qodar
9⃣ memperbanyak ibadah sunnah
🔟 tinggalkan Hal Yang mubah apalagi syubhat dan Haram

🙏 Semoga Bermanfaat 🙏

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s