Sastra Jiwa

Balada Orang-orang Kalah

Aku terjerembab pada semak belukar yang entah dimana..
Kabut itu terlalu tebal, kawananku entah kemana? Apa ini saatnya menyerah?

Ahhh batinku..
Mengapa silau muntahan amunisi musuh kian menyemut di mataku?
Apa ini saatnya menyerah?

Belantara ini terlalu gelap, nafas mulai tak karuan.
Apakah ini saatnya untuk menyerah?

Kupaksa melangkah, sambil berharap kawanan yang lain menembus jantung pertahan musuh…

Ahh itu..
Aku kenal, suara mesin kawanku, silau amunisinya menghantam benteng lawan..
Sekejap hati ini bahagia, walau hanya mampu menikmati dari kejauahan..

Dalam belukar sesal mulai hadir, akan setiap waktu yang terbuang sebelum pertempuran..

Maafkan kami Tuhan, kami baru mulai berlatih di medan perang.

Dalam belukar ku bertahan dan menunggu takdir, keluar melawan pasca pertapaan atau terhunus senjata lawan dalam kesunyian…

@jeehadielbanna
Selatan Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s