Sastra Jiwa

Balada Negeri Kusam

Bola itu terlempar jauh setelah beradu dengan tongkat pemukul. Ku ikuti arahnya menuju kebun pinggir sungai…

“Ahh Itu dia”
kataku cepat, berbinar mata menemukan bola kasti yang kukejar.

Bola hijau kecoklatan itu tepat berada di kaki kakek tua yang terpaku pada dipan kecil di bawah pohon melinjo.

“BIADAB..”
Teriak kakek itu, yang membuatku kaget sampai melompat.

“Prostitusi kau fasilitasi,
Khomar kau Bantu Syiar,
Poligami kau kuliti,
Zina kau saluti,
Ulama kau curigai,
Pencuri kau Puji,
Berprinsip kau tuduh Teroris,
Pendosa kau anggap artis”

“Benar-benar Negeri Bangkai” teriak sang kakek.

Aku tertegun menyaksikan kakek Kusam sedang menggunjing negeri sekarat yang kelak jadi Bangkai.

Kuambil langkah seribu lalu kembali kepada kawanku, lalu kukatakan

“Bola itu telah Kusam dan Usang tidak usah kita pakai lagi, biar aku beli yang baru”

@jeehadielbanna
Selatan Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s