Sastra Jiwa

Rindu Romadhon: sebuah kepura-puraan abad modern

Tak ada yang lebih Romantis dibanding sang perindu yang merindu dengan diam-diam….

Tak ada yang lebih Jujur dibanding Sang Perindu yang mendekap erat ketika sang Terindu tiba…

Wahai Tuan, Bukan Rindu namanya kalau kau tak banyak waktu untuk kau habiskan dengan sang Terindu ketika Ia datang…

Wahai Tuan, Bukan Rindu namanya kalau kau dingin melepas kepergian sang Terindu…

Jika Ia datang kau mau apa?
Apa benar kau Rindu?
Atau hanya euforia?

Jika benar Rindu, akan kau apakan Ia saat kedatangannya?
Jika benar Rindu, berapa juta detik akan kau alokasikan dengannya?

Merindulah dan Tunaikan dengan jujur Rindumu..

Penghujung Sya’ban
@jeehadielbanna

Selatan Jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s