Sastra Jiwa

Sajak Kue Rangi

Tuan, Kau Tak akan pernah menang bertarung dengan kelompok manusia yang mencukupkan dirinya untuk bahagia hanya dengan sepotong Kue Rangi…

Hendak kau suap mereka dengan apa? Toh kue Rangi saja ternyata bagi mereka cukup…

Hendak kau imingi apa? Toh nyatanya mereka orang-orang yang tak terperangkap bau amis dunia…

Ahhh, kau tak akan pernah menyangka seumur hidupmu, bahwa program penghancuran ummatmu tak berharga bagi orang-orang ini…

Kau akan dibuat sakit sejadi-jadinya, karena tumpukan uang dan deretan Terormu tak membuat mereka gentar…

Kau akan Murka sampai hari akhir masa pengadilanmu karena tak berhasil merebut senyum-senyum mereka…

Hanya karena sepotong Kue Rangi dan obrolan di bawah pohon mangga tentang masa depan yang telah dijanjikan Tuhan Mereka…

Menyerahlah Tuan!!!!!

@jeehadielbanna
Selatan Jakarta

2 Juli 2015

Sastra Jiwa

Dahsyatnya Doa “Duduk Diantara Dua Sujud”

Ketika orang ditany a, “do’a apakah yang paling sering dibaca oleh seorang muslim?”, Banyak yang menjawabnya dengan salah.
Begitu seringnya do’a itu dibaca, sehingga ketika sedang membaca do’a banyak yang tidak merasa berdo’a.

Padahal do’a itu sangat dahsyat, mencakup kebutuhan kita di dunia & akhirat. Dan dibaca minimal 17 kali setiap hari.
Do’a itu adalah DO’A DI ANTARA DUA SUJUD, marilah kita renungi maknanya:

√ ROBIGHFIRLII, Wahai Tuhan ampunilah dosaku. Dosa adalah beban, yang menyebabkan kita berat melangkah menuju ke ridho اللّهُ Dosa adalah kotoran hati yangƍ membuat hati kelam sehingga hati kita merasa berat untuk melakukan kebaikan.

√ WARHAMNII, Sayangilah diriku. Kalau kita disayang اللّهُ hidup akan terasa nyaman, karena dengan kasih sayang akan dapat dicapai semua cita2. Dengan kasih sayang اللّهُ nafsu kita akan terbimbing.

√ WAJBURNII, Tutuplah segala kekuranganku. Banyak sekali kekurangan kita, kurang syukur, kurang sabar, kurang bisa menerima kenyataan, mudah marah, pendendam dll. Kalau kekeurangan kita ditutup/diperbaiki اللّهُ , maka kita akan menjadi manusia sebenarnya.

√ WARFA’NII, Tinggikanlah derajatku. Kalau اللّهُ sudah meninggikan derajat kita, maka pasti tidak ada manusia yang bisa vv kita.

√ WARZUQNII, Berikanlah aku rizki, sebagai hamba اللّهُ kita membutuhkan rizki. اللّهُ mampu mendatangkan rizki dari arah yang tak terduga dan tanpa perhitungan.

√ WAHDINI, Berikanlah aku petunjuk/bimbinglah aku ke jalan kebahagiaan. Kita tidak hanya minta petunjuk/hidayah yang berkaitan dengan agama. Tetapi kita juga minta petunjuk agar terhindar dari mengambil keputusan yang salah.

√ WA’AAFINII, Berikanlah aku kesehatan. Apabila kita sehat kita bisa menambah kebaikan ϑαή manfaat serta tidak menjadi beban oranga lain. “Health is not everything, but without health everything is nothing.”

√ WA’FUANNII, Aku mohon agar kesalahanku dihapus dari catatan. Kita awali do’a ini dengan mohon ampun dan kita akhiri dengan permohonan agar catatan dosa kita dihapus. Sehingga kita benar-benar bersih dari dosa seperti bayi yang baru lahir.
Allah memerintahkan kita untuk membaca do’a itu, Rasulullah mencontohkan kepada kita, menurut logika do’a tersebut pasti terkabul.

…. TAPI PERSOALANNYA “DIMANA HATI DAN PIKIRAN KITA KETIKA KITA MEMBACA DO’A ITU ?”
RASULULLAH MENGINGATKAN KITA BAHWA, “ALLAH TIDAK AKAN MENGABULKAN DO’A YANG KELUAR DARI HATI YANG LALAI.”

SEMOGA BERMANFAAT 😊

Sudahkah Anda Membayar Zakat? 😊

Kami siap menerima dan menyalurkan Zakat, Infaq dan shodaqoh anda kepada yang berhak.

🔆Yayasan bangun Pemimpin Muda Masa Depan🔆

Muhamad Hadi Kusumah
☎️ 0856 847 7442