Sastra Jiwa

Lelaki Tengah Malam dan Kota Mati

IMG_7343.JPG

Semalam ada lagi yg Mati..
Lelaki tengah malam yg setiap malam berderma secuil darah untuk makhluk Tuhan bernama nyamuk..

Lelaki Tengah Malam yang berbagi Lapak Sempit dengan penghuni malam…..
Lelaki pendiam yg dibungkam sunyi malam, sepi, lembab dan Tak memihak..

Ku tulis bait ini sebelum hilang, seperti Hilang nya Laki-laki semalam ditelan Malam…

Ku Tulis Bait ini dalam keadaan Murka kepada Bocah-bocah Tengil yg menertawai kehilangan…

Ku tulis Bait ini untuk mengantarkan Lelaki Malam yg semalam Mati ditikam Malam..

Tapang Butut, kusam dan kumal saksi bisu kepergian mu..

Makhluk kerdil, hidup dan mati untuk dirinya sendiri, tak tahu bahwa kau pergi selamanya tanpa izin,..
Ahhh, aku lah makhluk kerdil itu,
Tak sempat ku cium tangan gempal mu yg dulu kokoh memegang perisai..

Allah, Ya Robb kami.. Ringankan Hisabnya, ampunkan dosanya..
Kami yg kehilanganmu tak akan membenci Malam,

Kami benci Kekerdilan jiwa yg lebih pekat dibanndingkan gelap Malam di Kota Mati.
Akan Kami tebus kantukmu dengan prestasi mendunia-langit..
Agar jasamu tetap kau rasakan di alam baka

@Jeehadielbanna
Tulisan ini dibuat 17 Desember 2012
Sehari Setelah Berita meninggalnya Pak Muslim (Oklim) Satpam SMP 101, palmerah, Jakarta Barat, Selamat Jalan Pak

Foto: ahaygart.deviantart.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s