Sastra Jiwa

-Fatwa Rindu-

IMG_0487.JPG

Lelaki, jika terpojok dalam Rindu yang Sembilu, kemungkinan besar Ia akan berpuisi, itupun jika Rindu belum sempat menjalar sekujur tubuh…

Jika Sudah sampai sekujur tubuh, besar kemungkinan Ia mengaduh kepada Ilahi Robbi Muara dari segala Rindu..

@Jeehadielbanna

Advertisements
Sastra Jiwa

Jawaban Rindumu

IMG_0083.JPG

Wahai Lelaki Tangguh Jagat ini,
Apa yang akan kau jawab Jika sang separuh agamamu mengatakan
“Tiba-tiba aku Rindu kepada mu” ?

Aku katakan, kita bertemu dan mengikat Akad bukan dalam kondisi saling JATUH CINTA nan mabuk kepayang karena cinta, melainkan karena ketawakalan dalam memBANGUN CINTA..

Wahai Engkau Pemilik Sah Rindu ini,
Bersabarlah dalam jarak dan waktu yang berbatas ini demi berharap pertemuan kekal tanpa batas…

semoga kita termasuk 2 insan yang tetap yakin pada JanjiNya.

@Jeehadielbanna

-20 April 2016-
Selatan Jakarta

Sastra Jiwa

Zaman Apa Sebenarnya Ini?

IMG_9080.JPG

Korban Gusuran Tinggal Di Perahu. Ahok : Lama-lama Juga hilang sendiri

http://m.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/16/04/13/o5kjds365-korban-gusuran-tinggal-di-perahu-ahok-lamalama-juga-hilang-sendiri

================
Zaman apa sebenarnya Ini?
Sebesar inikah Dosa kami ya Robb, hingga Kau Utus Kepada Kami Tuan Penguasa Yang Tuna Empati?

Aku baru Tahu, ada orang yang inginkan Orang lain Hilang…

Tuan, tanpa kau usir kamipun akan hilang dan berpulang ke Tanah Asal kami yaitu pangkuan Ilahi..

Hanya saja Tuan sudah tak waras lagi, karena kuasa Tuhan hendak Tuan perankan…

Kami Takut untuk kedua kalinya Tuhan belah Laut lalu tenggelamkan orang-orang terdahulu yang congkak seperti Tuan..

Hanya Saja kami imani, Tuhan Maha Pengampun..
Ampuni kami Ya Robb..

Sastra Jiwa

Jangan Adalagi Sukardal Baru

IMG_9069.JPG

Tulisan ini terbit di TEMPO, 25 Juli 1986.

https://caping.wordpress.com/1986/07/19/the-death-of-sukardal/

===================

Aku, Kamu dan Kalian barangkali sebagiannya belum ada. Ini kisah Sukardal yang gantung diri di usia 53 Tahun karena Becak satu-satunya yang dijadikan sarana cari Nafkah-baru Lunas cicilan dengan harga Rp. 50.000- dirampas paksa petugas atasnama penertiban.

Mungkin ini bisa bantu kita untuk paham makna tertib dan empati. Bahwa simplifikasi gusur-menggusur, “rampas-merampas” atasnama penertiban butuh secuil empati dari Tuan-tuan sekalian.

Kita tidak sedang hidup dalam Iklim peperangan dimana semua aturan harus tertib dengan ribuan serdadu dan Senapan.

Tolong kau pikirkan ini lagi kawan..

Sukardal Telah pergi, hanya saja Sukardal-yang Terusir- pada Abad Reformasi masih muncul satu persatu.

Kemarin kita ribut soal Online dan non-online, esok kau akan saksikan Sukardal sang pengendara Online akan muncul beritanya dipublik. Kecuali kita semua kompak menaruh secuil empati pada kota ini.

13 April 2016

Sastra Jiwa

Jakarta Orde BARU

IMG_9059.JPG

Adakah yang lebih mengerikan dibandingkan kekerasan yang mendapat Restu undang-undang?

Jika mereka terlihat nurut dan patuh, itu karena Tuan menghadapkan mereka dengan Senapan…

Jika mereka tak mampu melawan, barangkali karena mereka tidak mau atau tepatnya menunda agar masalah ini diteruskan di pengadilan Akhirat..

Ada yang bilang laki-laki kuat tak akan merengek…
Masalahnya ini bukan rengekan, hanya seutas tanya, hendak kami cari di mana rasa yang terkubur bersamaan puing reruntuhan hasil karya Buldozer Tuan?…

Jikapun kau tuduh ini rengekan, aku tak masalah jika tak pernah mendapat gelaran LELAKI KUAT. Namun yang pasti rengekan didengar Zat yang Maha Mendengar..

#Gusur
#LuarBatang