Sastra Jiwa

Jangan Adalagi Sukardal Baru

IMG_9069.JPG

Tulisan ini terbit di TEMPO, 25 Juli 1986.

https://caping.wordpress.com/1986/07/19/the-death-of-sukardal/

===================

Aku, Kamu dan Kalian barangkali sebagiannya belum ada. Ini kisah Sukardal yang gantung diri di usia 53 Tahun karena Becak satu-satunya yang dijadikan sarana cari Nafkah-baru Lunas cicilan dengan harga Rp. 50.000- dirampas paksa petugas atasnama penertiban.

Mungkin ini bisa bantu kita untuk paham makna tertib dan empati. Bahwa simplifikasi gusur-menggusur, “rampas-merampas” atasnama penertiban butuh secuil empati dari Tuan-tuan sekalian.

Kita tidak sedang hidup dalam Iklim peperangan dimana semua aturan harus tertib dengan ribuan serdadu dan Senapan.

Tolong kau pikirkan ini lagi kawan..

Sukardal Telah pergi, hanya saja Sukardal-yang Terusir- pada Abad Reformasi masih muncul satu persatu.

Kemarin kita ribut soal Online dan non-online, esok kau akan saksikan Sukardal sang pengendara Online akan muncul beritanya dipublik. Kecuali kita semua kompak menaruh secuil empati pada kota ini.

13 April 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s